Sertu Wayan Suwaryasa: Pahlawan Seni yang Menggugah Kesadaran Budaya dan Lingkungan di Mataram

Mataram, NTB – Di tengah sorak sorai dan semangat yang membara, Banjar Ambengan kembali membuktikan keunggulannya dalam parade ogoh-ogoh tahunan Kota Mataram. Dengan Sertu Wayan Suwaryasa, anggota TNI Aktif dari satuan Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, sebagai salah satu seniman di balik karya megah ini, Banjar Ambengan tidak hanya mempertahankan gelar juara, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya, kreativitas, serta mengkampanyekan kebersihan lingkungan bebas plastik dengan menggunakan ±25 kilogram koran bekas serta bambu yang ramah lingkungan.

Sertu Wayan Suwaryasa, yang dikenal dengan keahliannya dalam seni pahat dan dedikasinya terhadap pelestarian budaya, telah menciptakan sebuah ogoh-ogoh yang tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga sarat dengan simbolisme. Karyanya, yang diarak di Kelurahan Cakra Barat pada Minggu sore, telah menjadi pusat perhatian dan pujian dari ribuan penonton yang memadati jalanan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa berkembang tanpa kehilangan esensinya. Melalui ogoh-ogoh ini, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi sambil menghormati warisan leluhur kita tanpa melupakan visi nyata dalam mengkampanyekan kebersihan lingkungan bebas sampah plastik,” ujar Sertu Wayan Suwaryasa, Minggu (10/3/2024).

Parade ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga simbol toleransi dan kerukunan. Di tengah persiapan umat Hindu untuk Nyepi dan umat Muslim untuk Ramadan, parade ogoh-ogoh di Mataram telah menjadi contoh nyata dari keharmonisan antarumat beragama di Indonesia.

Dengan kemenangan ini, Banjar Ambengan dan Sertu Wayan Suwaryasa telah menetapkan standar baru dalam seni pembuatan ogoh-ogoh dan semangat komunitas yang dapat menginspirasi seluruh negeri dengan terus menjunjung visi pelestarian lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *