Babinsa Akar Akar Koramil 1606-03 Bayan Dampingi Mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana dalam Penelitian di Muara Mual

Lombok Utara, NTB – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Akar Akar, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan, Sertu Mujitahid, mendampingi sekelompok mahasiswa Jurusan Arkeologi dari Universitas Udayana Bali dalam penelitian mereka di Muara Mual, Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengungkap kekayaan budaya dan sejarah di wilayah tersebut yang terletak di pertemuan aliran sungai dengan laut.

Dalam penelitian yang dilakukan Sertu Mujitahid bersama dengan tim mahasiswa Arkeologi Universitas Udayana menjelajahi kawasan Lokok Muara Mual yang memiliki nilai sejarah dan arkeologis yang signifikan. Muara Mual dianggap sebagai tempat strategis karena merupakan titik pertemuan aliran sungai dan laut, yang dikenal sebagai tempat aktivitas manusia sejak zaman dahulu.

Sertu Mujitahid Babinsa Akar-Akar menyatakan, “Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada tim peneliti dalam menjalankan tugas mereka. Selain itu, kami juga berharap dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi penelitian.” Jelasnya, Selasa (20/6/2023).

Tim peneliti terdiri dari 60 mahasiswa yang dipimpin oleh Bapak Kristian, seorang dosen di Jurusan Arkeologi Universitas Udayana. Mereka menggunakan berbagai metode arkeologi, seperti survei lapangan, ekskavasi, dan analisis artefak, untuk mempelajari sejarah dan kehidupan masyarakat di Muara Mual pada masa lampau.

“Babinsa telah memberikan bantuan yang berharga bagi penelitian kami. Mereka membantu kami dalam mengamankan area penelitian dan memberikan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar. Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang baik antara militer dan akademisi,” ujar Bapak Kristian.
Penelitian di Muara Mual ini diharapkan akan memberikan wawasan baru tentang peradaban masa lalu di wilayah tersebut. Temuan-temuan arkeologis yang ditemukan selama penelitian ini dapat memberikan sumbangan penting dalam pemahaman kita tentang sejarah dan budaya lokal. Dimana setiap tahunnya di laksanakan ritual adat “Empas Menanga Mual” di area penelitian tersebut.

Melalui kolaborasi antara Babinsa Akar Akar Koramil 1606-03 Bayan dan tim peneliti Arkeologi Universitas Udayana, diharapkan wilayah Muara Mual dapat semakin diapresiasi sebagai kawasan bersejarah yang berharga. Penelitian ini juga diharapkan dapat memicu minat masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *